Minggu diambang sore, di pelataran jam gadang,aku duduk melepas penat setelah seharian mengunjungi Taman Panorama, Lobang Jepang, Ngarai Sianok, Benteng Peninggalan Belanda, kebun Binatang Kinantan seterusnya menaiki Jenjang 40 menuju Pasar Atas , Pasar Bawah. “Sunguh Indah dan menawan alam Bukittinggi ” pantas selalu dilewa – lewakan dan dibanga – banggakan akan keindahannya kepada para turis se antero dunia.

Sembari melepas pandang ke sekitar taman di jam gadang, aku mengambil Handycame recorder aku yang juga ikut mengabadikan keindahan alam Bukittingi.
Senja mulai merangkak menemui malam, aku masih menikmati duduk asyik mengamati hasil liputan kameraku tadi. Satu persatu hingga keakhir liputanku.
Kemudian Aku ambil sebatang rokok dan sebotol Air mineral berharap dapat menenangkan sesak nuraniku, sejenak kemudian aku dikagetkan dengan dentingan detak jam gadang, seakan mengusik detak jantungku juga.

Seakan Detak Jam Gadang sedang Berdialog dengan jantungku….”Mengungkapkan beberapa kegelisannya, lalu dia berkata “ TAK ADA YANG BEROBAH DALAM PENGAMATANKU, TAK ADA PENGEMBANGAN DI ALAMKU, MEREKA TELAH MEMANFAATKAN KAMI, TAPI MEREKA TELAH LUPA MENGINGAT KAMI, TAK LAMA LAGI KAMI MUNGKIN AKAN JADI SIJOMPO YANG TAK DI URUS……

Dalam sungguh dialog itu bak belati menyambar leherku, bak halllintar menyambar tubuhku. Baiklah Ranah Bukittinggi Ku tercinta, akan ku kabarkan berita ini ke seluruh orang di kota Mu…

Aku masih menebak – nebak maksudnya, BARANGKALI: Karna disampingnya telah berdiri bangunan mewah pasar modern yang tak berdosa, sementara pasar atas masih mempertahankan kekokohannya yang sudah uzur, atau juga karna Pohon – pohon rindang dan pemandangan hijau di sepanjang jalan kotaku telah tergantinya dengan ruko – ruko bak gerbong kereta apiku yang telah lama pensiun.
Barangkali juga Ngarai Sianokku yang telah ihklas berubah wajahnya dikarenakan gempa, namun tidak menolak pengabdiannya untuk selalu setia menafkahi pariwisata alam dan perekonomian saudara – saudaraku, walupun tak ada hal yang berarti yang pernah di benahi di panorama dan ngaraiku. Lobang Jepang yang selalu Tersenyum manis mengucap Selamat Datang bagi para pengunjungnya, walau dia tahu sambutannya penuh dengan kekurangan dengan fasilitas dan kenyamanan tamu -tamunya….banyak lagi mungkin hal yang sama yang mesti kita dengar dari objek wisata alamku yang lain.

Atau mungkin juga keramah tamahan saudara –saudaraku yang selalu mengukur waktu dan menilai tamu hanya dengan uang dan sekedar pitih masuak….buka parkir dan retribusi tarif yang tak wajar. Juga mungkin karna pusing melihat Mobil angkot yang seperti pawai lalu lalang di sepanjang samping trotoar jalur kotaku, sementara bendi dan kendaraan traditional yang merupakan khas kotaku mulai terlupakan, menunggu nasibnya yang juga belum punah.

Atau…juga barangkali karna Masyarakat dan Pemimpin kotaku masih belum sanggup menerima dan sadar kalau negerinya telah jadi Kota PARIWISATA YANG TELAH TERSOHOR KEPELOSOK DUNIA….walaupun yang pada kenyataannya Tak ada yang menonjol dan specific yang dicari wisatwan selain memandang alam – alamku, yang mereka kenal dan dijadikan oleh – oleh dan kenangan hanya Kerupuk sanjai dan rendang, padahal banyak sajian kuliner unik seperti Gulai kapau, katupek, pical, ondeh – ondeh, lamang tapai, kalamai gegek, pinukuik dan pical yang sangat berbeda, ada juga yang jual di pasar bawah tapi mereka terpencar dan tidak ditempatkan pada suatu tempat khusus, memang ada los lambuang di pasar lereng namun belum mencerminkan service pariwisata, walaupun diatasnya berdiri bangunan yang konon namanya pasar wisata yang kini telah tersulap menjadi tempat penjual kain bekas / boutiq nya rang awak, hehehe,

Dii tambah lagi Suasana malam yang terasa sangat pendek, tak ada hiburan tradisional rakyat lagi, pasar malam, lantunan talempong dan bunyi bansi, yang ada hanya café – café dan entertainment dan konser – konser musik modern, yang seakan – akan kita dan perantau tiba dikampuangnya merasakan sedang di rantau.…?!?? dan ??? Entahlah ,

Ooo… mungkin juga MASIH RAGU – RAGU menentukan pilihan predikat julukan kotaku, entah Kota Paiwisata? walau orang luar telah tahu itu, Entah Kota Pendidikan, Entah Kota Industri dan perdagangan, Entah Kota Modern, dan Entah..Entah…Entah yang lainnya. ?????.

Baiklah………melalui tulisanku ku ini aku kabarkan kepada saudara – saudaraku warga kota dan bapak Walikotaku yang Tercinta sekarang , dan yang akan menang dalam bertarung di pilkada nanti, serta saudara – saudaraku yang telah jadi pemenang yang kini duduk di kursi Dewan yang terhormat, walau hanya melalui pesan, intermezzo atau ciloteh terserah anda meng artikannya, hanya melalui medya ini yang baru bisa kulakukan, tak apa la yah!!! karna aku orang kecil yang tentulah aneh jika buat janji ngobrol dengan anda, kupikir tindakanku ini sah – sah saja karna telah mengabaikan birokrasi untuk dapat bertemu secara langsung, Saya sadar dan maklum karna anda orang sibuk dan mengemban tugas berat untuk kota dan negeriku. Aku percaya dan Optimis ditangan anda dan kita semua, masyarakat kotamu akan menuju kesejahteraan…AMIN.

“ BANTULAH KAMI UNTUK MEMENUHI JANJI KEPADA JAM GADANG ”

Bukittinggi, 9 Desember 2009 | note: didi-orangemytraveling/ bkt

Advertisements